3 Nafas Likas

Sebenarnya saya kurang tertarik nonton film Indonesia. Tapi, udah terlalu banyak film lokal bagus yang saya lewatkan untuk ditonton. Sebut saja, Perahu Kertas 1, Perahu Kertas 2, Habibie & Ainun, Manusia Setengah Salmon, Comic 8, dan lain-lain. Entah kenapa film 3 Nafas Likas ini menarik perhatian saya. Mungkin karena ada news anchor favorit yang ikut main di film ini, Marissa Anita. Hehehe.

film 3 nafas likas yang menceritakan perempuan karovia arulfittron.blogspot.com

Jujur saya ini tidak terlalu mengerti dunia perfilman secara keseluruhan. Jadi mohon maaf jika dalam review ini mungkin ada yang salah atau masih kurang detail membahasnya.

film 3 nafas likasvia kofindo.blogdetik.com

Opening scene adalah salah 1 scene favorit saya, karena ada Hilda (Marissa Anita) yang langsung muncul. Dengan alur mundur, Likas yang sudah memiliki cucu menceritakan hidupnya dari awal kepada Hilda sebagai pengarang buku Likas. Likas kecil yang diperankan oleh Tissa Biani Azzahra menurut saya dijalankan secara apik oleh artis cilik ini. Di sini menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Karo sebelum penjajahan seperti apa. Keadaan keluarga Likas yang tinggal bersama dengan ke tiga orang adiknya yang masih kecil. Dan 1 orang kakanya yang sudah pergi merantau menjadi polisi di kota.

Akting Tisaa sebagai Likas kecil cukup apik

Konflik yang terjadi antara Likas yang ingin jadi guru sementara ibunya (Jajang C. Noer) melarang sehingga sering terjadi pertengkaran. Konflik seperti ini mengingatkan saya dengan ibu yang sering sekali berbeda pendapat. Hehehe..

Beranjak dewasa Likas semakin memperlihatkan ketangguhannya sebagai perempuan yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita dengan laki-laki. Walaupun dicaci oleh lelaki dia tetap tegar memperjuangkan haknya sebagai wanita. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Djamin Gintings (Vino G Bastian) seorang tentara PETA yang jatuh hati padanya. Meskipun Likas berusaha menghindar darinya tiap kali bertemu.

Djamin Gintings difilm 3 Nafas Likas

Suasana perang yang dijalani Djamin dan pasukannya menurut saya kurang realistis di film ini. Sebagai penyuka film perang, para pasukan PETA seolah-olah melawan musuh yang ‘tak terlihat’. Salah satu scene yang menurut saya ‘aneh’ ketika di tengah-tengah perang Djamin mendapat telepon yang mengatakan Indonesia sudah merdeka. Setelah Djamin memberitahu teman-teman bahwa Indonesia merdeka, saat itu pula tembak-tembakan selesai.

 3 nafas likasvia sinetariz.blogspot.com


Secara keseluruhan 3 Nafas Likas adalah salah satu film Indonesia yang menurut saya cukup bagus. Saya yang bukan orang Sumatra jadi mengerti bagaimana budaya orang sana. Walaupun tidak secara detail diceritakan.

Sesuai judulnya film 3 Nafas Likas ini menceritakan 3 orang yang menjadi nafas kehidupan bagi Likas hingga sekarang. Ibu, Abangnya, dan Djamin. Namun yang terlihat di sini lebih banyak porsi Djamin yang diceritakan daripada Ibu dan Abangnya.

Vino g bastian, marissa anita, atiqa hasiholan dan abangnya likasvia freemagz.com


Karena film ini menceritakan banyak karakter sehingga chemistry antara Likas dengan karakter lain jadi dangkal. Meskipun porsi Djamin diceritakan lebih banyak daripada 2 karakter pendukung yang lain, menurut saya romantisme keduanya tidak terlalu kuat. Mungkin karena durasi yang pendek sehingga tidak semuanya bisa diceritakan.


Semoga muncul lagi film-film berkualitas seperti 3 Nafas Likas ini nantinya. Bukan cuma film Indonesia yang rame karna sensasi pemain-pemainnya, tapi karena kualitas akting para pemain. Dan saya harap yang membaca review ini tidak kecewa karena terlalu banyak spoiler film yang saya ceritakan. Hahahaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: