A Copy Of My Mind

Ide sederhana yang orang pinggiran Jakarta impikan turut dihadirkan di A Copy Of My Mind. Seperti Sari yang bermimpi punya home theater sendiri di rumah. Dan dunia malam khas kota Jakarta juga hadir. Seorang pemuda bernama Alek yang sering ikutan judi balap liar tiap malam sebelum bertemu dengan Sari.


A Copy Of My Mind dipenuhi dialog-dialog sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Romansa Sari dan Alek di film A Copy Of My Mind ini saya kira juga menyindir film-film cinta-cintaan yang selama ini ada. Film yang sering kita lihat selalu punya momen-momen so sweet yang bikin penonton meleleh dibuatnya. Namun romantisme di film ini tidak seperti itu. Tidak ada rayuan gombal atau kata-kata puitis bertebaran. Bahasa tubuh Sari dan Alek sudah cukup mengatakan itu semua. Kalo saya bilang sih A Copy Of My Mind itu intim dan penuh gairah.

Oh di film A Copy Of My Mind kalian jangan mengharapkan angle kamera lebay yang mengambilnya harus pakai drone segala macam. Ga ada. Wong ini film drama kok bukan action. Justru kita diposisikan kaya ‘penguntit’ kehidupannya Sari dan Alek. Jadi kita semakin ingin tau bagaimana kelanjutan kisah mereka.

review film a copy of my mind

via screendaily.com

Dari awal sampai ke tengah kita disuguhi romansa, namun dari tengah sampai akhir kita dibuat penasaran dan tegang karena romansa mereka ternyata cuma sebentar. Ini karena ulah Sari yang penasaran dengan koleksi DVD seorang napi bernama Bu Mirna (Maera Panigoro) di penjara eksklusif. Lagi-lagi di filmnya Om Joko menyindir orang-orang elit yang tertangkap dan kemudian dibuatkan penjara khusus. DVD yang ‘dipinjam’ Sari ternyata bukan DVD film yang biasa. Melainkan? Apa hayooo… Hahaha tonton aja lah ya biar ga penasaran.

Kalo buat saya, film A Copy Of My Mind tak perlu dipikirkan ending-nya seperti apa. Maksudnya film ini tidak wajib untuk punya ending. Agak aneh memang tapi itu yang saya tangkap dari film ini. Saya ga punya akses untuk mengonfirmasi ke Om Joko perihal ending film ini. Tapi biarlah seperti itu adanya. Om Joko kan doyan bikin film sekahandaknya (semaunya; Bahasa Banjar) hahaha.

Adegan favorit saya adalah ketika Alek ngejawab penelpon gelap di hpnya Sari dengan kalimat “Go F*ck yourself!”. Hahaha, Badass banget Men! Oh sama inih! Adegan ngerebus mie! Ah itu sih udah anak kosan banget lah pokoknya. Makan mie sambil nonton film. Kombinasi yang sederhana tapi saya banget hahaha.

a ccpy of my mind

via screenanachy.com

Udah kebanyakan spoiler ya? Mending langsung nonton aja deh ya filmnya. Sebelum kalian nonton film barat yang lagi happening itu. Ada baiknya nonton film Indonesia dulu lah. Kalo bukan kita, siapa lagi yang bisa bikin maju industri film lokal?

Ingat kalo ada film Indonesia yang bagus, tonton ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: