ANT MAN AND THE WASP: SEBUAH REVIEW

Rasa penasaran masih belum hilang sehabis nonton Infinity War beberapa waktu lalu. Kemana perginya pahlawan super itu? Isak tangis penonton karena kehilangan pahlawan favoritnya masih kebayang kalo diingat-ingat lagi momen setelahThanos menjentikkan jarinya.

review film ant man

via marvelcomicsfanon.wikia.com

Kemana perginya mereka? Apa jadinya MCU (Marvel Cinematics Universe) tanpa kehadiran Captain America dan koleganya? Dimana Ant Man yang sebelumnya perang sama The Avengers? Kok dia ga ikutan nongol di Infinity War? Pertanyaan kayak gitu pasti ga lepas dari benak penonton.

Bisa jadi kalian ga perlu nunggu lama untuk tau jawaban itu. Karena ternyata Ant Man and The Wasp berada dalam timeline yang sejajar dengan Infinity War. Bedanya, mereka punya misi untuk reuni keluarga Hank Pym, jadi ga tau kalo ada perang di tempat yang lain dalam waktu yang sama.

Apa jadinya kalo kita udah ga ketemu sama orang yang kita sayang selama 30 tahun? Pasti kangen banget dan pengen ketemuan. Itulah misi besar The Wasp, Hope Van Dyne, di film ini. Kalo yang udah pernah nonton Ant Man udah tau lah ya gambaran ceritanya kayak gimana. Intinya masih ada Scott Lang ( Paul Rudd), Hop Van Dyne (Evangeline Lily), Dr. Hank Pym (Michael Douglas) sebagai pemain inti di film ini.

ANT MAN ADALAH SIDE KICK THE WASP

Dalam film terbarunya kali ini, Scott Lang dieksplorasi sisi humanisnya. Memang, kalo menurut berbagai review superhero Marvel yang 1 ini adalah yang paling “manusia” diantara yang lain. Ga ada ambisi jadi pahlawan super, cuman pengen jadi ayah baik buat putrinya Cassie Lang (Abby Ryder Fortson). Dia ga dibolehin keluar rumah selama 2 tahun karena terlibat perang sama Avengers di film Captain America yang terakhir.

ant man and the wasp

via romper.com

Jadi dia berusaha bikin permainan terbaik dan paling menyenangkan sama anak perempuannya tiap hari. Hubungan anak dan ayah di film ini tergambar bagus banget dan gue suka cara mereka berkomunikasi. Cassie sama ayahnya udah cs banget pokoknya!

Scott Lang yang emang emang ga berminat jadi superhero terdeskripsi dengan baik di film ini. Membuat Ant Man jadi semakin “manusia”.

Sementara di sisi lain, Hope Va Dyne perlu sesuatu dari Scott Lang untuk bisa reunian sama ibunya yang terjebak di cuantum realm. Tentunya jalan Hope buat ngembaliin ibunya ke dunia nyata ga mudah. Dari sini keliatan kalo The Wasp emang berambisi untuk jadi superhero. Apalagi dibeberapa adegan keliatan tempur banget kalo dia yang lebih berperan daripada Ant Man.

Ga tanggung-tanggung sutradara film ini, Peyton Reed, ngasih 2 villain sekaligus buat ngegangguin rencana The Wasp sama Ant Man. Adalah Sonny Burch, penjahat kelas cemen dengan rambut yang aneh tanpa kekuatan super apapun. Sonny “dibantu” sama Ava Starr alias Ghost (Hannah John Kamen) yang punya kekuatan bisa nembus dinding.

VILLAIN YANG TIDAK BERKESAN

Marvel biasanya selalu punya villain yang ga kalah jago sama superheronya. Termasuk yang paling terkenal adalah Killmonger di Black Panther yang banyak dipuji sama reviewer film. Bukan cuma adegannya yang dipuji, tapi juga pendalaman karakter mereka yang bagus sehingga penonton bisa mengerti kenapa dia bisa jadi sepert itu.

ava starr, ghost

via digitaltrends.com

Sementara di Ant Man justru penggalian karakter villain-nya ga terlalu dalam. Apalagi si Sonny itu, yang tau-tau jadi penjual barang gelap elektronik. Meskipun dia tau kalo cuantum realm bisa dijadiin ladang bisnis, tetap aja ga jelas asal usulnya.

Ghost lebih mendingan, walaupun masih kurang dalam kalo menurut gue. Mungkin penggalian karakter 2 orang ini ga terlalu dalam karena berbagi porsi durasi masing-masing. Jadi ya semuanya serba tanggung. Andai saja cuman 1 villain yang dilibatkan tapi dengan pendalaman karakter yang maksimal pasti akan lebih berkesan buat penontonnya.

ANT MAN MASIH WORTH IT DITONTON

Kalo kalian ngerasa ragu buat nonton film ini, habis baca review film ini ga perlu ragu lagi untuk nonton. Karena Ant Man masih menyajikan jokes-jokes ala Marvel. Adegan aksinya (meskipun ga terlalu banyak) masih bagus untuk dinikmatin buat penggemar film aksi.

SCOTT LANG AND HOPE VAN DYNE

via blackfilm.com

Tenang aja ini rating filmnya 13+ adegan dewasanya ga terlalu banyak. Tapi karena harus umur 13, jadi bayi balita dan bocah ga boleh nonton juga. Amannya sih nonton malam aja biar lebih “tenang” dari gangguan keributan bocah-bocah. Tapi kalo kurang beruntung bisa barengan sama orang yang hobinya ngomentarin tiap adegan film dengan suara nyaring. Pengen banget diperhatiin sampe suaranya ngalahin suara film itu sendiri. Sedih akutu.

Blog review film favoritmu akan terus update selama domain ini masih aktif! Silakan bookmark blog ini biar ga ketinggalan update review film terbaru, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: