BAD GENIUS: FILM SARAT MAKNA YANG ANTIKLIMAKS

Seingat gue, Bad Genius adalah film Thailand pertama yang ada review-nya di blog ini. Gue nonton juga berkat saran dari temen-temen di instagram gue yang ngasih tau kalo flm ini bagus. Ga cuman 1, tapi ada 3 orang kalo ga salah. Jadilah mencoba untuk mulai membuka diri kepada film buatan Thailand.

review film bad genius (2017)

via kompasiana.com

Hal pertama yang ga gue suka dari film Thailand adalah bahasanya. Mungkin ga terbiasa denger logat mereka yang lumayan unik itu, jadi lumayan sebel sama film-film mereka. Kedua, karna impresi pertama nonton film Thailand gue kurang bagus. Bukan karena bahasanya, tapi karna genrenya.

Seperti yang kalian yang tau kalo film genre horror Thailand itu nakutinnya keterlaluan. Niat banget mereka bikinnya. Nah jadilah gue males untuk nonton lagi untuk selanjutnya. Buat yang doyan nonton horror, film Thailand wajib banget buat ditonton untuk sekalian uji nyali juga hahaha.

Okeh! Balik lagi ke Bad Genius!

Bad Genius nyeritain tentang seorang anak cewe bernama Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) yang punya kemampuan otak di atas anak rata-rata seusianya. Diceritakan Lynn baru mau masuk SMA dan waktu mendaftar Bapaknya “pamer” kemampuan dan prestasi anaknya semasa di SMP dulu.

Tentu aja dengan kemampuan sejenius itu, anak seusia Lynn gampang banget dapetin beasiswa sekolah favorit. Tapi emang namanya anak jenius, Lynn tau gimana caranya manfaatin kepintarannya buat dapetin keuntungan lebih banyak lagi.

Lynn ga cuman bisa dapet beasiswa, tapi juga dia bisa bersekolah di situ secara gratis! Emang gila, sih ini anak. Di awal film sebenarnya udah dikasih tau garis besar cerita Lynn ini akan berjalan. 5 menit pertama, gue udah dibuat ngakak sama kejeniusannya cewe ini.

review bad genius (2017)

via entertainment.inquirer.net

Lynn ga sendirian, di SMA dia ketemu Grace (Eisaya Hosuwan) yang suple banget dan juga cantik. Lynn ini bukan seperti tipikal anak jenius kebanyakan yang keliatannya introvert dan kuper di sekolah. Kemudian dari Grace jaringan pertemanan Lynn makin luas. Dia ketemu sama Pat (Teeradon Supapunpinyo), anak orang kaya yang punya temen-temen kaya lainnya.

Lynn juga punya musuh bebuyutan bernama Bank (Chanon Santinatornkul) yang sama jeniusnya kayak dia. Sayangnya dia terlalu idealis dan seorang penjilat sehingga bikin Lynn benci sama dia.

REVIEW FILM BAD GENIUS

Terlihat biasa aja dari sinopsisnya ,ya? Tenang aja, di dalam film kalian akan dibawa ngeliat gimana Lynn bisa manfaatin kepintarannya untuk meraup keuntungan dari anak-anak orang kaya yang males belajar! Iya, inti dari film ini adalah mencontek!

Buat yang udah ngerasain ujian nasional SMP maupun SMA atau bahkan kuliah pasti tau rasanya gimana ngelakuin hal ini. Relate banget sama hidup anak sekolah. Meskipun dibuat di Thailan tapi gue yakin penonton di Indonesia pun pasti relate banget sama setiap momen di film ini.

Lynn juga sebetulnya orang yang idealis, tapi pikirannya lebih realistis daripada Bank. Jadilah konflik keduanya tak dapat terhindarkan. Sepanjang durasi film, bahkan sampai akhir Lynn selalu beseteru sama orang ini. Ngeselin betul orangnya. Apalagi kalo kalia ngeliat kelakuannya yang suka labil dari awal sampai akhir film.

Cerita dari film ini yang bikin gue suka. Karna jelas banget “mengejek” sistem sekolah yang selama ini dijalankan. Sadar tidak sadar, kita terjerumus ke dalam praktik “bisnis” sekolah. siswa jadi sapi perah pihak sekolah, sementara orang tua kita terus menerus dirongrong dengan biaya sekolah yang makin mahal.

Gila, ya?

lyyn bad genius

via tiffanyyong.com

Lynn dan teman-temannya mencoba melawan sistem itu dengan cara yang ekstrem. Walaupun caranya salah, tapi dibalik itu semua, Bad Genius menampar kita sama kenyataan bahwa pendidikan di sekolah selama ini hanya berorientasi akademik. Padahal murid juga perlu terdidik dari segi motoriknya. Hanya saja perlakuan

Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak malas belajar ATAU guru yang belum ketemu cara mengajar yang efektif. Karna ga semua siswa itu bisa menerima pelajar dengan cara yang sama.

Jika anda menilai ikan hanya dari cara dia memanjat pohon, maka ikan itu akan merasa bodoh seumur hidup – Albert Einstein

Sebetulnya cerita film ini dari awal sampai ke tengah udah bagus. Suka banget eskalasi konflik dan permasalahan yang didapat sama karakternya. Semakin menuju akhir semakin seru. Geregetannya juga dapet banget. Tapi sayangnya film ini ga punya akhir yang memorable kalo menurut gue.

Gue cukup tersentak ketika Lynn bilang 1 kalimat yang bikin Bank sadar bahwa hidup dalam idealisme sendiri itu ga akan selamanya berhasil. Dia bilang “meskipun kamu ga curang hidup ini mencurangimu”

* * *

 

Kalo ga pengen ketinggalan info review film terbaru yang lagi tayang di bioskop, langsung bookmark aja blog review film favoritmu, ya! Kasih tau ke temen-temen kalian juga kalo ada blog review film yang wajib mereka datangin sebelum mereka pengen nonton film di bioskop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: