BIRD BOX: SANDRA BULLOCK MELAWAN MONSTER

Tau BIRD BOX karena ramai dibicarakan orang di linimasa twitter dan juga sempat liat cover thumbnail-nya di youtube. Katanya film asli Netflix ini bagus banget dan bahkan sampe dapat penghargaan juga. Tapi itu pun ga membuat saya menjadi pengen nonton langsung. Mengingat genre film ini yang bukan selera saya.

review film bird box, sandra bullock

via pulse.ng

Kemudian beberapa hari yang lalu, hati saya tergerak untuk mencoba menonton film ini. Karna rasa penasaran pengen tau apa yang menyebabkan film ini dapat banyak penghargaan festival film. Padahal pemain terkenalnya (yang saya tau), cuman Sandra Bullock dan Sarah Poulson. Itupun karna saya liat mereka di film Ocean’s Eight. Selebihnya saya lupa di film apa hahahha..

BIRD BOX REVIEW

Bird box mengisahkan Malorie (Sandra Bullock) yang mencoba menyelamatkan diri bersama sepasang anak kecil bernama Boy dan Girl. Menyelamatkan diri dari apa? Dari monster yang menyerang mereka dan bisa membuat mereka bunuh diri.

Film ini berjalan dengan alur yang maju mundur. Anda akan dibawa mengikuti jejak Malorie dari awal kenapa dia sampai dengan keadaan seperti itu. Selayaknya membuat baju, anda dibawa perlahan-lahan menjahit alur film ini menjadi rangkaian cerita yang bagus banget.

review film bird box

via anakhatiiir.blogspot.com

Meskipun genre-nya horror-thriller, buat saya yang bukan pencinta horror film ini bagus. Suasana mencekam dan efek suramnya terasa banget. Apalagi dibarengi dengan karakter Malorie yang emang punya aura suram terus di sepanjang film.

Sepanjang film Bird Box ga punya formula nakut-nakutin ala-ala film hantu barat (dan Indonesia tentu saja). Tau kan? Kombinasi antara musik horror+sound effect ngagetin banget itu, lho!

KENAPA BIRD BOX BAGUS?

Menurut saya karena tema yang dibawa oleh sutradara Susanne Bier cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Tema besar yang dibawa film Bird Box sebetulnya kehidupan orang tua. Bagaimana seorang single parent yang sedang mengandung anak, memikirkan cara merawat anak itu seorang diri tanpa seorang figur ayah.

Film parenting yang dibungkus dengan gaya horror-thriller seperti Bird Box ini menurut saya belum pernah ada. Bisa jadi dengan genre yang cukup ini bikin Bird Box menang penghargaan.

sandra bullock, review film bird box

via filmhifazi.com

Nonton film Bird Box ini kayak ngeliat perjalanan Malorie untuk bisa menerima kenyataan gitu, lho!

Malorie itu karakternya emang anti sosial banget dan dia bingung gimana nantinya kalo dia punya anak dan harus ngerawat sendirian. Sedangkan diri sendiri aja dia cuek banget. Sampe disuruh Jessica (Sarah Poulson) untuk sekali-sekali keluar rumah saking ansos-nya si Malorie ini.

Pelan-pelan Malorie harus dipaksa masuk ke dalam dunia yang sebetulnya ga dia inginkan, menjadi orang tua. Di film anda akan merasakan gimana Malorie harus menjadi orang tua dengan keadaan yang bener-bener kacau!

Saya justru melihat ini bukan film bergenre horror. Bird Box saya kira lebih cocok sebagai film bertema parenting. Sosok monster dan hambatan yang dilalui Malorie ibarat ujian dia untuk jadi orang tua yang terbaik bagi anak-anaknya. Apalagi dia udah tersugesti bahwa punya anak itu tanggung jawab yang berat. Tapi mau ga mau dia harus ngejalanin juga, karna emang udah tugas dan tanggung jawab dia sebagai orang tua.

Buat para calon orang tua yang belum siap punya anak tapi “kecolongan” mungkin bisa nonton film ini. Walaupun ga secara eksplisit dikasih tau, tapi saya kira yang siap-siap mau jadi orang tua ngerti persoalan-persoalan kayak gini, deh.

BONUS: TRIVIA BIRD BOX

AWAS SPOILER!!

bird box review indonesia

via letterboxd.com

Di bagian akhir film Bird Box diceritakan kalo Malorie dan 2 anak tersebut berhasil selamat. Dan masuk ke dalam sekolah tuna netra. (yang bikin bingung, kenapa ada sekolah tuna netra di tengah hutan begitu?). Dalam cerita aslinya di buku, Malorie selamat ke dalam sebuah perkampungan penyintas (survivor) dari monster tersebut.

Dan mereka bukan para tuna netra, tetapi melainkan secara sengaja merusak mata mereka untuk selamat dari monster tersebut. Lebih dark daripada filmnya bukan? Hahahha

***

Ga pengen ketinggal review film lainnya di blog review film favoritmu ini? Gampang banget caranya:

  1. Bookmark blog ini di hp/laptop kalian biar kalian bisa cek setiap saat.
  2. Ikuti akun media sosial gue di twitter @perangkaiabjad akun itu kalian ga cuma dapet pembaruan soal film aja, tapi juga berbagai macam hal lainnya. Insya allah diikuti balik.
  3. Ikuti akun media sosial gue lainnya di instagram @radrambo di situ feedsnya emang ga bagus, tapi kalian bisa ikuti voting yang biasa gue pos kalo mau ngereview film yang akan gue tonton selanjutnya. Biasanya di insta story.
  4. Berlangganan via surel untuk situs ini, kalian tinggal tulis aja email kalian di kolom yang tersedia. Nanti kalo ada tulisan review film terbaru, akan ada notifikasi ke surel kalian langsung! Keren ga tuh?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: