The Divergent Series: Allegiant

Dari sisi cerita, karena Allegiant, The Hunger Games dan Maze Runner hampir mirip, mau tak mau gue jadi ngebandingin. Film Allegiant kalah dari Maze Runner dalam hal isi. Karena Maze Runner lebih menonjolkan sisi kesetiakawanan di sini.

Apa jadinya kalo kalian pernah menonton film dengan plot cerita yang hampir sama dengan judul berbeda? Dalam pikiran kalian pasti udah tau gimana gambaran jalan ceritanya, ya kan? Begitulah yang terjadi waktu gue nonton film Allegiant. Karna cuman nonton Insurgent sebentar doang, jadi gue rada kesulitan untuk ngikutin jalan ceritanya.

Film Allegiant merupakan kelanjutan dari Divergent dan Insurgent nyeritain 2 orang (yang padahal ada 5 tapi 3 lainnya cuman sebagai figuran) si Tris dan Four yang harus berjuang menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Erudite pimpinan Jenine. Yang pada akhirnya ditembak mati oleh pimpinan Factionless diakhir film Insurgent.

allegiant

via lintasberita02.blogspot.com

Di Allegiant perjuangan Tris, Four dan ketiga figuran itu berlanjut. Kali ini mereka ingin melanjutkan misi mereka yang “tertunda” di Insurgent. Yaitu melewati pagar pembatas kota yang selama ini menghalangi penduduk dari dunia luar. Setelah perjuangan penuh drama dan tembak-tembakan sama pasukan Factionless akhirnya mereka sampai di atas tembok untuk menyebrang ke sisi yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Perjalanan mereka diteruskan sampai akhirnya mereka bertemu dengan pasukan biro yang mengamankan mereka dari kejaran musuh. Setelah beberapa lama tinggal di sana, Four merasakan ada yang tidak beres, namun Tris merasakan sebaliknya. Drama tak berlangsung lama hingga akhirnya mereka kembali lagi ke kota asal mereka dengan cara yang berbeda. Kelanjutannya bisa ditonton di bioskop kesayangan kalian, entar spoiler.

Allegiant, Less Action Much More Drama

Cerita film Allegiant ga beda jauh sama film sebelumnya. Cuman kalo yang dulu itu musuhnya cewe, sekarang musuhnya cowo. Sama-sama ilmuwan, sama-sama freak karna ternyata ilmuwan itulah otak dari semua faksi yang ada di Divergent ini. Dan yang melawan cuma Tris dan Four, dibantu figuran mereka.

Dari sisi cerita, karena Allegiant, The Hunger Games dan Maze Runner hampir mirip, mau tak mau gue jadi ngebandingin. Film Allegiant kalah dari Maze Runner dalam hal isi. Karena Maze Runner lebih menonjolkan sisi kesetiakawanan di sini.

reivew allegiant

via rogerebert.com

Penempatan karakter utama Allegiant lagi-lagi harus mengaku kalah dari The Hunger Games. Shayleen Woodley yang jadi Tris di Allegiant menurut gue terlalu ringkih untuk mewakili karakter pejuang wanita. Berbeda dengan Four atau Peeta atau Gale di The Hunger Games yang punya sosok pejuang dalam diri mereka. Meskipun Peeta, menurut gue juga tak terlalu ideal jadi tokoh pejuang laki-laki.

Kalo melihat dari sisi drama, Allegiant-lah juaranya. Film ini salah 1 drama survival dengan adegan ciuman yang banyak! Bahkan saya rasa jumlah adegan ciuman Allegiant bisa menyaingi film Twilight.

Dimana aja ciuman Tris sama Four ini. Kampret! Ga cuma adegan ciuman sih, ada salah satu adegan dimana mereka diselamatkan dengan pesawat dan berada dalam sebuah gelembung. Lalu si pasangan kampret Four dan Tris ini sok-sok an pegangan tangan gitu. Geli banget sumpah. Ga penting banget adegannya, hahaha.

Yang Keren di Film Allegiant

Satu hal yang menurut saya asik dinikmati di Allegiant adalah suasana dystopian yang disajikan saat mereka menyebrang ke wilayah yang tetutup tembok itu. Luar biasa. Atmosfirnya begitu suram sesuai dengan keadaan tempat itu. Kelima manusia itu seperti berada di planet lain.

Sama suasana kota waktu Tris dibawa Direktur menghadap ke Dewan. Itu keren juga tuh. Tapi sayang cuman bentar di situnya.

Yang Aneh di Film Allegiant

Seperti yang saya bilang di atas, yang aneh adalah terlalu banyak adegan drama daripada adegan bertarung atau sekadar kejar-kejaran. Apalagi adegan ciumannya. Sepanjang film, saya rasa lebih banyak adegan ciuman daripada berantemnya. Di atas tembok ciuman, habis nyelametin orang ciuman, habis ciuman ciuman lagi. Kampret.

Kalian yang belum nonton bisa jadiin ini bahan taruhan sama temen nonton kalian. Berapa kali duo kampret ini ciuman sepanjang film dan bandingkan dengan adegan berantemnya. Yang kalah mesti nonton filmnya dua kali, hahaha.

allegiant

via youtube.com

Pesawat dari biro itu juga aneh menurut saya. Bentuknya kaya kodok. Aneh banget. Pengen nunjukin futuristik tapi malah fail.

* * *

Overall Allegiant itu standar-standar aja. Ga terlalu berkesan untuk ditonton lagi. Film ini ga cocok di tonton sama anak kecil. Oh buat kalian yang ga tau dystopian itu apa, singkatnya dystopian adalah lawan dari kata utopia.

One thought on “The Divergent Series: Allegiant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: