The Flash Third Season: Kumpulan Kecerobohan, Ketololan dan Kelabilan Yang Menjadi Satu

The Flash season 3 ini ga jauh-jauh dari menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Dari minta bantuan sama Jay Garrick sampe dibego-begoin sama Grood si Gorilla Jenius, Barry mau-mau aja. Yang penting dia bisa nyelamatin pujaan tai hatinya itu di masa depan. Padahal justru yang dia lakuin malah semakin mendekatkan dia sama kejadian yang sebenarnya.

Beberapa waktu yang lalu gue baru aja namatin The Flash Third Season. Iya gue tau itu telat. Gue baru punya waktu sekarang, jadi harap maklum ya hehe. Karna udah bukan anak kuliahan lagi, jadi waktu senggangnya ga terlalu banyak.

ANYWAY! 

The Flash third season ini jalan cerita ga jauh-jauh dari team flash juga. Yang masih diisi dengan “line up” yang sama dari season 2.  Tokoh utamanya tetap si BA alias Barry Allen. Dibantuin sama temen-temen yang kurang lebih sama cerobohnya dengan Barry.

Harap maklum kalo dalam review kali ini bakal banyak timbul kalimat/kata kekesalan. Karna emang season 3 menurut gue salah satu season The Flash yang paling menyebalkan sejauh ini. Terutama menyebalkan secara karakter.

the flash

via hollywoodreporter.com

The Flash, untuk semua season, temanya selalu sama: melawan diri sendiri. Ditambah sedikit kata di belakangnya “dengan cara apapun”. Iya jadi inti dari series The Flash ini semuanya adalah tentang melawan diri sendiri dengan segala cara agar bisa menang.

Sebetulnya, dari semenjak awal The Flash dimulai saat season 1 udah keliatan kalo sebetulnya Barry Allen ini ga dewasa-dewasa amat untuk jadi superhero. Terlalu labil, baperan dan juga ceroboh. Sampe di season 2 watak yang sama masih juga ada. Ceroboh dan labil banget.

Sampe ke season 3 ternyata ga berubah dan makin parah karna temen-temennya ikut terseret oleh kebodohan dan kecerobohan Barry. Padahal, Barry punya team yang lebih jago, lebih pinter ngebaca situasi. Kaya Caitlin Snow, Cisco Ramon yang dua-duanya ilmuwan.

Season 3 The Flash ini justru menurut gue klimaks dari semua kecerobohan yang dilakuin sama Barry dan temen-temennya. Karna setiap episodenya selalu aja ada kecerobohan dan ketololan di dalamnya. Maaf gue ga punya kata yang lebih halus daripada ini, karna emang itulah kenyataannya.

Barry Allen ga pernah belajar dari kesalahannya di masa lalu. Kalo dia bolak-balik ngerecokin timeline, yang ada dia malah ngerubah tatanan yang udah ditetapkan, akhirnya alternate timeline muncul terus. Dia udah tau itu dari season 2, kenapa diulang lagi di season 3?

Kehadiran Savitar, vilain ciptaan Alchemy, yang bener-bener bikin Barry kewalahan adalah asal mulanya. Savita ga cuman nyerang Barry secara fisik, tapi juga emosi. Karna tanpa sengaja waktu dia mencoba ngalahin Savita, Barry terlempat ke masa depan dan ngeliat Iris West (the drama queen bi*ch) yang mati dibunuh sama Savitar.

Savitar The Flash

via manzideyoung.com

Barry, yang keliatannya cinta mati sama Iris rela ngelakuin apa aja di masa sekarang untuk mencegah kejadian itu. Barry yang awalnya cuman bodoh, sekarang jadi tolol dan ceroboh mutlak. Dia cuman tau dia harus ngerubah masa depan apapun caranya. Cinta bikin dia jadi orang yang hilang akal sehat.

Iya, The Flash season 3 ini ga jauh-jauh dari menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Dari minta bantuan sama Jay Garrick sampe dibego-begoin sama Grood si Gorilla Jenius. Yang penting dia bisa nyelamatin pujaan tai hatinya itu di masa depan. Padahal justru yang dia lakuin malah semakin mendekatkan dia sama kejadian yang sebenarnya.

Yang gue heran kok temen-temennya mau aja ngikut sama rencananya Barry. Gue yakin sih kalo masih ada Eobard Thawne pasti udah ngetawain kelakuan Barry yang kaya gini. Karna kecerobohannya itu udah kebaca sama Eobard semenjak awal. Tapi ya namanya juga ABG Labil zaman now, susah ga bisa dibilangin.

Kemampuan Barry sama Iris ngejaga rahasia mereka dari Joe West bisa dibilang kaya bocah yang bangga banget dapat penghargaan ranking 1. Ga tahan buat ngasih tau! Cuman bertahan 2 episode doang rahasianya terus dikasih tau langsung sama Joe. Ga asik banget pasangan ini.

Barry sama Iris ini pasangan yang serasi antara bodoh, ceroboh dan ratu drama. What a perfect couple!!

Seandainya di season 1 Eddie Thawne ga ngorbanin dirinya, gue lebih seneng Iris sama dia. Mending Barry sama Velicity atau sekalian sama Kara Denvers (Supergirl) aja. Lebih cocok dari sisi manapun kalo menurut gue. Sayangnya sutradaranya bukan gue jadi ga bisa seenak jidat ngubah ceritanya.

Intinya gue kesel banget sama kelakuan manusia-manusia di tim Flash ini. Otaknya habis kesengat speed force semua. Ga habis pikir kenapa mereka ngebiarin Barry ngatur apa yang mesti dilakuin tanpa harus protes dan ngasih jalan keluar yang lebih baik. Padahal HR bilang “selalu ada cara lain”.

the flash duet with supergirl

via denofgeek.com

Meskipun sempet mencoba genre baru dengan memasukkan tema musikal di dalamnya justru bikin season 3 The Flash makin absurd ga karuan. Sepanjang episode itu gue bisa nyengir ga jelas. Sambil berkata dalam hati “APA YANG LAGI GUE TONTON INI!?”.

Endingnya season ini yang paling make sense dari semuanya. Seolah-olah Barry mencoba “menebus dosa” yang selama ini dia lakuin. Gue harap dia bener-bener sadar sama apa yang dia lakuin selama dia dikurung dalam penjara speed force itu. INSYAF LAH, BARRY! INSYAFLAH!

Prediksi gue, di The Flash Fourth Season akan berbeda jalan ceritanya daripada sebelumnya. Tertama kelakuan Barrynya. Kalo masih belum berubah juga, gue rasa season 4 adalah season terkahir gue akan nonton seri The Flash ini. Karna artinya penggalian karakternya ga ada sama sekali. Ga ada pendewasaan dalam diri mereka setelah 4 season.

RUN BARRY.. RUN! RUN FROM YOUR STUPIDITY, CARELESS AND DUMB WORLD!

Buat kalian yang nyari review film jangan lupa untuk bookmark blog ini. Moviesup.id menghadirkan alternatif review film bagi kalian yang masih bingung mau nonton film apa di bioskop. Pastikan untuk selalu buka blog review film terlengkap ini, karna di sini kalian bakal liat review film-film bioskop yang lagi tayang di daerah kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: