VENOM: FILM AKSI YANG TANGGUNG

Seperti biasanya, di awal paragraf gue curhat dulu mengenai film yang mau di-review. Film Venom ini sebetulnya masuk watchlist udah sejak lama dari trailer-nya muncul di youtube. Pengen banget nonton tapi terbentur “hutang” review beberapa film yang belum kelar mengurungkan niat gue untuk nonton.

review film venom

Sampai ketika temen gue akhirnya ngajakin nonton. Setelah mikir ga ada salahnya gue nonton, sekalian ngumpul sama temen-temen SMA. Soalnya ngumpul sama mereka itu sulit banget sekarang. Apalagi waktu nonton film Venom ini ada temen gue yang kerja di Makassar lagi balik ke Banjarmasin ikut juga.

Segitu dulu curhatnya. Mari kita mulai!

FILM VENOM: 2 JIWA DALAM 1 TUBUH

Kisah ini bermula ketika seorang reporter investigasi yang punya program sendiri, The Eddie Brock Report, melakukan wawancara eksklusif dengan bos korporasi Life Foundation, Carlton Drake. Eddie Brock (Tom Hardy)  yang punya jiwa kritis melakukan wawancara yang melenceng dari seharusnya. Eddie malah menanyakan perihal kematian sukarelawan dalam percobaan penelitian yang dilakukan Life Foundation.

Padahal informasi tersebut bersifat sensitif dan rahasia. Brock dapet info secara ga sengaja dari komputer pacarnya Anne Weying (Michelle Williams). Anne adalah karyawan firma yang punya kerjasama dengan korporasi milik Drake. Tentu aja bikin Drake marah dan akhirnya keduanya pun dipecat.

Anne dipecat dari perusahaannya dan Eddie dipecat dari stasiun tv-nya. Ga cuman sampai situ, Eddie juga harus kehilangan Anne karna dia minta putus pas lagi sayang-sayangnya. Jadilah Eddie seorang gembel pengangguran yang tinggal di apartemen buluk.

tom hardy venom

via hollywordreporter.com

Venom sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak symbiote yang dibawa oleh korporasi Drake dari luar angkasa untuk diteliti di perusahaannya. Namun karna 1 kejadian akhirnya Venom justru melekat ke tubuh Eddie dan membuat Eddie bertingkah sangat konyol.

Eddie yang sudah dimasuki Venom punya tingkah laku yang berbeda dengan dirinya yang sebetulnya. Makan lobster mentah, selalu kelaparan dan jago berkelahi. Ya, walaupun Venom adalah parasit di tubuh Eddie, tapi Venom jualah yang menyelamatkan Eddie ketika dia diburu oleh anak buah Drake karna dituduh mencuri symbiote miliknya.

Setelah tau ada “orang lain” yang memasuki tubuhnya dan menyadari bahwa dia bisa menolong orang lain, akhirnya Eddie pun berkompromi terhadap keberadaan Venom. Mulai berbicara sendiri kayak orang gila, bergerak sendiri seperti kerasukan, macam-macamlah pokoknya.

Mungkin karena itu lah setiap kali ditanya entah Venom atau Hardy selalu pakai kata “kami” dalam setiap percakapannya. Yang paling ikonik tentu aja ketika ada yang nanya “who are you?” terus dijawab berbarengan “we are Venom!” waaaa epik banget sih itu.

AKSI YANG TANGGUNG DAN KEMUNGKINAN MEMBUKA UNIVERSE BARU

Venom sebetulnya salah satu antihero Marvel yang berkarakter banget. Sejauh ini setau gue baru Venom yang punya karakter 2 orang sekaligus dalam 1 badan. Gue berharapnya dapat aksi yang lebih baik daripada hero-hero Marvel lainnya. Karna ini kan kekuatan dari luar angkasa, tentu punya kelebihan yang ga dimilikin sama antihero yang lain, dong?

Menurut gue adegan aksinya masih terkesan tanggung banget. Berantemnya kurang sadis, kalo dibandingin sama Deadpool masih kurang, lah ya. Banyak kritikus yang berharap adegan dark-nya lebih sadis atau minimal sama kayak Deadpool. Tapi mungkin kritikus ini berekspektasi terlalu tinggi sama Venom.

tom hardy 2

via culturaocio.com

Tapi, bisa jadi juga karna Sony masih pengen ngebuka peluang buat masukin Venom ke dalam MCU (Marvel Cinematic Universe). Kalo pengen masuk MCU berarti adegan yang ditawarkan haruslah ga terlalu dark biar masih “aman” untuk target penonton semua umur. Beda kayak Deadpool yang emang ditargetin buat penonton yang udah dewasa.

Walaupun banyak yang bilang bahwa sebetulnya tujuan dibuatnya film Venom ini adalah salah satu projek jangka panjang Sony untuk bikin Universe sendiri nantinya. Dan Venom adalah film pertama untuk membuka semesta mereka. Karna menurut sumber dari Variety, Sony udah ngebeli hak cipta untuk sekitar 90 karakter superhero Marvel. Salah satunya ya yang lagi direview ini.

Nama semestanya apa? Brace yourself karna ini cukup panjang:

Sony’s Universe of Marvel Characters (SUMC).

Hapal? Jujur waktu pertama kali nulisnya gue masih cukup sulit ngehapalnya hahaha!

Venom layak tonton?

Oh sudah jelas layak! Karna film antihero ini adalah gerbang pembuka untuk film-film superhero yang masuk ke dalam SUMC tadi. Itulah kenapa adegannya tidak sebrutal film-film non MCU lainnya. Soalnya kalo udah brutal duluan udah dipastiin target penontonnya ga akan sebanyak ini. Yah lagi-lagi ujung-ujungnya duit.

eddie brock

via consequenceofsound.net

Alasan lain kenapa film Venom layak ditonton adalah karna adanya Tom Hardy. Ngeliat Tom Hardy “kerasukan” symbiote itu kayak ngeliat dia lagi main di film Mad Max Fury Road 2! Gila dapet banget ekspresi sakit, tertekan apalagi marahnya.

Alasan terakhir kenapa film Venom layak ditonton adalah karna bakalan ada kelanjutannya. Tentu aja, ga mungkin film ini cuman berakhir tanggung kayak gitu. Kalian liat sendiri kelanjutannya di after credit scene film ini, ya!

Ga pengen ketinggal review film lainnya di blog review film favoritmu ini? Gampang banget caranya:

  1. Bookmark blog ini di hp/laptop kalian biar kalian bisa cek setiap saat.
  2. Ikuti akun media sosial gue di twitter @perangkaiabjad akun itu kalian ga cuma dapet pembaruan soal film aja, tapi juga berbagai macam hal lainnya. Insya allah diikuti balik.
  3. Ikuti akun media sosial gue lainnya di instagram @radrambo di situ feedsnya emang ga bagus, tapi kalian bisa ikuti voting yang biasa gue pos kalo mau ngereview film yang akan gue tonton selanjutnya. Biasanya di insta story.
  4. Berlangganan via surel untuk situs ini, kalian tinggal tulis aja email kalian di kolom yang tersedia. Nanti kalo ada tulisan review film terbaru, akan ada notifikasi ke surel kalian langsung! Keren ga tuh?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress SEO Plugin by SEOPressor
%d blogger menyukai ini: